MOA dan MRAD, Apa Bedanya?

Halo Sobat Bedilers, balik lagi dengan artikel dari Tim Megah. Sobat Bedilers, apakah kalian pernah merasa bingung ketika membeli teleskop untuk unit kesayangan? Selain pilihan merk, ukuran zoom dan besarnya lensa, teleskop juga punya reticle yang perlu kalian pilih. Reticle sendiri yang ada di teleskop senapan angin punya dua jenis yaitu MOA dan MRAD. Nah, sebelum kalian membeli senapan angin, ada baiknya kalian pahami dulu tentang MOA dan MRAD yang akan kami jelaskan di artikel dibawah ini. Yuk simak ulasannya!

PENJELASAN MOA DAN MRAD

Pada dasarnya fungsi keduanya sama yaitu mengukur jarak dan ukuran target. MOA dan MRAD mempunyai bentuk seperti garis-garis dan prinsip yang menyerupai penggaris pada teleskop. Garis-garis ini berfungsi mengukur jarak tembak dan memperkirakan titik jatuhnya tembakan di berbagai jarak.

Dibawah ini merupakan pengertian teknis dari MOA dan MRAD, untuk kalian yang mau tau langsung ke cara pemakaiannya, langsung lanjut ke bagian “Cara pemakaian reticle MOA dan MRAD”

 

MOA

MOA atau Minutes of Angle merupakan satuan angular yang terdapat pada teleskop. Satuan ini berfungsi untuk mengukur dan mengitung jarak berdasarkan pada hitungan derajat dan menit. Tipe pengukuran ini biasa digunakan untuk mengukur jarak target atau buruan dan penghitungan mimis yang turun pada setiap jarak. Biasanya 1 MOA dihitung kurang lebih 1 inchi/2.54cm pada jarak 100 yards.

MOA dan MRAD Pad Teleskop Senapan Angin

MRAD

MRAD atau Mili Radian merupakan satuan angular juga yang terdapat pada teleskop. Satuan ini pun memiliki fungsi yang sama dengan MOA, hanya saja pengukurannya menggunakan satuan Mili. Satuan Mili lebih memudahkan seseorang yang terbiasa dengan hitungan metric dan tidak terbiasa menggunakan yards serta inchi. Pada MRAD sendiri 1 MRAD itu kurang lebih 10 cm pada jarak 100 meter. Istilah MIL dan MRAD mengacu pada hal yang sama dan 1 MIL = 1 MRAD.

MOA dan MRAD Pada Teleskop Senapan Angin

CARA PEMAKAIAN RETICLE MOA DAN MRAD

  • Menembak pada Ukuran Target yang Diketahui, Tapi Jaraknya Tidak Diketahui

Mari kita ambil contoh, misalkan kalian ingin menembak hama jenis A yang tingginya 15 cm atau 5.9 inchi.

Jika hama tersebut terlihat di teleskop kalian kurang lebih 1,5 MRAD, berarti hama tersebut ada pada jarak 100 meter (1,5 MRAD sama dengan 15 cm pada 100 meter). Begitu pula jika hama tersebut terlihat di teleskop berukuran 3 MRAD, maka jarak hama tersebut berada dua kali lebih dekat dengan kita yaitu 50 meter. Dan seterusnya.

Begitupun halnya dengan MOA, jika hama tersebut terlihat berukuran 6 MOA pada reticle, berarti jarak hama tersebut kurang lebih adalah 100 yard. Dan jika hama terlihat berukuran 12 MOA pada reticle maka jarak hama kurang lebih adalah 50 yard. Dan seterusnya.

 

  • Menembak pada Ukuran Target yang Tidak Diketahui, Tapi Jaraknya Diketahui

Sebelum bisa memanfaatkan reticle untuk fungsi yang ini, pertama kita harus mengumpulkan data dimana titik jatuhnya tembakan di berbagai jarak atau yang istilah kerennya disebut dengan DOPE (Data On Previous Engagement). Coba dan catat titik jatuhnya tembakan pada berbagai jarak. Misalkan, 20 meter, 30 meter, 40 meter, dan seterusnya. Seiring bertambahnya jarak, maka titik jatuhnya tembakan akan semakin turun. Catat berapa garis (baik MOA maupun MRAD) titik jatuhnya tembakan itu terjadi.

Setelah mengantongi DOPE, hal selanjutnya yang musti kalian lakukan adalah mengimplementasikan data tersebut. Sebagai contoh misalkan kalian mempunyai data DOPE berupa:

  • peluru jatuh di garis ke 10 pada jarak 70 meter
  • pelurujatuh di garis ke 12 pada jarak 80 meter.

Sedangkan pada rangefinder jarak target adalah 75 meter. Maka untuk menembak target ini dengan akurat, kalian harus membidik target ini kurang lebih pada garis ke 11.

Sebagai catatan tambahan, garis-garis pada reticle SFP (Second Focal Plane) baru akurat pada saat teleskop kita set di zoom maksimal. Pada reticle FFP (First Focal Plane), garis-garis pada reticle akurat di semua jarak. Untuk tema ini, akan kami bahas di lain artikel, jadi stay tune ya!

 

Kesimpulannya, MOA dan MRAD mempunyai fungsi dan cara kerja yang sama dan yang membedakan hanyalah sistem perhitungannya. Pada MOA akan menggunakan Inchi dan Yard, sedangkan pada MRAD akan menggunakan Centimeter dan Meter. Keduanya akan berfungsi dan menghasilkan akurasi bidikan mantap jika kalian terbiasa dan sering berlatih serta mengumpulkan data hasil jatuhnya tembakan atau DOPE.

 

Itu dia artikel tentang MOA dan MRAD dari Tim Megah. Semoga artikel ini bisa bikin Sobat Bedilers jadi penembak yang lebih akurat ya!

Buat informasi-informasi seputar dunia menembak, Jangan lupa untuk terus ikutin artikel terbaru dari Tim Megah!

Sobat Bedilers lagi nyari senapan angin terbaik?

Jangan lupa cek di megah.co.id

 

You have successfully subscribed!
This email has been registered